Foto Menempatkan Pengalaman Hidup Penyandang Diabetes sebagai Pusat Layanan Terintegrasi

Menempatkan Pengalaman Hidup Penyandang Diabetes sebagai Pusat Layanan Terintegrasi

Pada pembukaan sesi panel di International Diabetes Federation (IDF), Ms. Anita Sabidi (Indonesia), Blue Circle Voice dari International Diabetes Federation, membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyandang diabetes tipe 1 yang menjalani kehamilan. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa hidup dengan diabetes bukan hanya tentang mengelola kadar glukosa darah, tetapi juga menghadapi tantangan emosional, psikologis, sosial, dan praktis yang memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Dalam paparannya, Anita menjelaskan bahwa kehamilan bagi penyandang diabetes tipe 1 membutuhkan perhatian yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar pengaturan terapi. Perubahan kondisi tubuh selama kehamilan menuntut pemantauan glukosa yang lebih intensif, penyesuaian terapi yang berkelanjutan, serta kemampuan mengambil keputusan setiap hari untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Di balik seluruh proses tersebut, terdapat tekanan emosional, rasa cemas, dan berbagai tantangan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kualitas layanan diabetes tidak dapat dinilai hanya dari aspek klinis. Layanan yang baik juga harus mampu memahami pengalaman hidup setiap individu dan mendukung mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Diabetes Membutuhkan Pendekatan yang Berpusat pada Individu

Anita menegaskan bahwa penyandang diabetes membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan. Mereka memerlukan akses terhadap informasi yang akurat, edukasi yang mudah dipahami, dukungan psikologis, serta tenaga kesehatan yang mampu memahami kondisi, prioritas, dan tujuan hidup setiap individu.

Tidak ada dua penyandang diabetes yang memiliki pengalaman yang sama. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan perlu menerapkan pendekatan person-centered care, yaitu menempatkan individu sebagai pusat pelayanan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada hasil laboratorium atau target klinis, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup, kesejahteraan mental, serta kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Peran Teknologi dan Dukungan Sebaya

Anita juga menyoroti pentingnya akses terhadap teknologi diabetes, seperti Continuous Glucose Monitoring (CGM), insulin pump, maupun teknologi pendukung lainnya yang dapat membantu pengelolaan diabetes menjadi lebih aman dan praktis.

Namun, teknologi saja tidak cukup. Manfaatnya hanya dapat dirasakan apabila disertai edukasi yang memadai, akses yang merata, serta pendampingan dari tenaga kesehatan yang kompeten.

Selain itu, dukungan dari sesama penyandang diabetes atau peer support juga memiliki peran yang sangat penting. Melalui komunitas, penyandang diabetes dapat saling berbagi pengalaman, strategi menghadapi tantangan sehari-hari, dan memberikan dukungan emosional yang sering kali tidak dapat diperoleh dalam konsultasi medis yang singkat.

 

Penyandang Diabetes Perlu Terlibat dalam Pengambilan Kebijakan

Salah satu pesan utama yang disampaikan Anita adalah pentingnya melibatkan penyandang diabetes dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelayanan diabetes.

Pengalaman hidup penyandang diabetes merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga. Karena itu, mereka tidak seharusnya hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga menjadi mitra dalam penyusunan kebijakan, pengembangan program, desain pelayanan, hingga penelitian.

Pendekatan ini diyakini mampu menghasilkan kebijakan yang lebih relevan, inklusif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Momentum Membangun Layanan Kesehatan yang Terintegrasi

Rangkaian diskusi dalam forum ini juga memperkuat pentingnya diabetes gestasional (Gestational Diabetes Mellitus/GDM) sebagai titik awal untuk membangun pendekatan kesehatan kardiometabolik yang terintegrasi sepanjang perjalanan hidup seseorang.

Berbagai sesi ilmiah menunjukkan bahwa perempuan yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronik, dan penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Oleh karena itu, masa kehamilan merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk melakukan deteksi dini, edukasi, serta intervensi yang dapat menurunkan risiko penyakit di kemudian hari.

Para peserta forum juga menekankan perlunya meninggalkan model pelayanan yang masih terfragmentasi. Sistem pelayanan kesehatan primer perlu diperkuat agar mampu menangani kesehatan ibu, diabetes, penyakit ginjal, dan risiko kardiovaskular secara terpadu, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan individu.

Diskusi ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen global untuk menghubungkan agenda kesehatan ibu, diabetes, dan penyakit ginjal dalam satu pendekatan yang saling terintegrasi. Kolaborasi lintas disiplin diharapkan mampu menghasilkan pelayanan yang lebih komprehensif, efisien, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Kesimpulan

Forum ini ditutup dengan seruan kuat untuk memperkuat kolaborasi antarprofesi, memastikan kesinambungan pelayanan setelah kehamilan, serta meningkatkan investasi dalam sistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes, serta menghasilkan luaran kesehatan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Di balik seluruh diskusi ilmiah yang disampaikan, terdapat satu pesan yang paling penting: layanan diabetes yang baik bukan hanya berfokus pada penyakit, melainkan pada manusia yang hidup dengan diabetes. Ketika pengalaman hidup penyandang diabetes didengarkan, teknologi didukung dengan edukasi, komunitas dilibatkan, dan kebijakan disusun bersama mereka yang mengalaminya, maka sistem pelayanan kesehatan akan menjadi lebih inklusif, efektif, dan berkelanjutan. Inilah arah baru pelayanan diabetes global yang terus didorong oleh International Diabetes Federation, yaitu menempatkan penyandang diabetes sebagai mitra utama dalam setiap langkah menuju kesehatan yang lebih baik.

Follow Us